PERPEI merupakan suatu organisasi nirlaba yang berdasarkan Pancasila dengan visi berupaya mewujudkan masyarakat dan bangsa Indonesia yang sehat, bebas serangan epilepsi dengan kualitas hidup yang tinggi. Didirikan pada tahun 1982 dengan kepengurusan pertama dipimpin oleh prof . dr. Mahar Mardjono, DSS. PERPEI bekerjasama dengan badan internasional seperti The International Bureau for Epilepsy (IBE) sebagai full voting member. Saat ini PERPEI mempunyai 16 cabang di seluruh Indonesia.

PERPEI mempunyai visi yaitu mewujudkan masyarakat dan bangsa Indonesia yang sehat, bebas dari serangan epilepsi dengan kualitas hidup yang tinggi.

Dengan misi:
  • Meningkatkan penyuluhan tentang epilepsi kepada masyarakat
  • Meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap penderita epilepsi
  • Meningkatkan penelitian epilepsi di masyarakat
  • Meningkatkan pendidikan penderita epilepsi
  • Meningkatkan kesejahteraan penderita epilepsi

Cara Kerja PERPEI
PERPEI adalah suatu organisasi nirlaba sehingga untuk menyokong pelaksanaan misi yang sudah digariskan, menggunakan dana dari iuran anggota, cabang dan donasi legal dari pihak lain serta penjualan barang merchandise.

Aktivitas
Menghilangkan stigma epilepsi di masyarakat dengan ceramah di radio, televisi, menulis di majalah, koran serta seminar awam.

Ketua PERPEI Terdahulu
  • Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, DSS
    ( 1982 - 1996 )
  • Prof. dr. Sidiarto Kusumoputro, DSS
    ( 1996 - 2000 )
  • dr. Anwar Wardy W. Sp.S(K)
    ( 2000 - 2001 )
  • Dr. dr. Achdiat Agoes, Sp.S(K)
    ( 2001 - 2005 )
  • dr. Lyna Soertidewi, MSc.,Sp.S(K)
  • dr. Yustiani Dikot, Sp.S(K)
Konsultan Khusus
  • Konsultan Bedah Saraf :
    - dr. Zainal Muttaqien, SpBS(K), PhD

  • Konsultan Epilepsi Anak :
    - Dr. dr. Hardiono D. Pusponegoro, SpA(K)
    - Dr. dr. Irawan M,SpA(K)
    - Dr. dr. Handryastuti,SpA(K)

Sekilas Pendiri PERPEI

PERPEI didirikan oleh Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, DSS yang dilahirkan pada 8 Januari 1923 di Pare dan meninggal di Jakarta pada tanggal 20 September 2002. Dibesarkan pada zaman penjajahan Belanda dari keluarga dokter yang berkecukupan serta mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai namun tidak manja. Di sekolah yang sekelas dengan teman teman keturunan Belanda, beliau menjadi juara baik di bidang akademis maupun olahraga, sampai beliau melanjutkan ke sekolah kedokteran di Jakarta. Beliau memiliki kepribadian yang teguh dan jujur.

Sewaktu zaman Jepang, beliau banyak terlibat dalam pergerakan kemerdekaan Indonesi dan bergabung dengan kelompok Prapatan 10 yang saat Jepang kalah perang "memaksa" Dwitunggal Soekarno-Hatta untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Dalam perjuangannya sempat dipenjara oleh Belanda di penjara Kalisosok, Surabaya. Sempat mendapatkan tawaran beasiswa ke Belanda namun ditolaknya dan lebih memilih untuk tetap berada di penjara bersama sama temannya.

Setelah merdeka, belaiu berhasil menyelesaikan pendidikan dokternya dan kemudian mengambil Spesialis Saraf Klinis, Neurofisiologi dan Neuropatologi di California dan Washington DC, Amerika Serikat (AS). Sepulang dari AS menikahi Sridjati Kanggeaningsih. Beliau juga diserahi tugas mengembangkan Bag. Ilmu Penyakit Saraf FKUI/RSCM yang menjadi cikal bakal pendidikan spesialis saraf di Indonesia yang saat ini telah berkembang pesat. Beliau juga sempat menjadi Dekan FKUI, Rektor UI.

Aktivitas beliau bukan saja di lingkungan akademik tetapi juga dalam organisasi kedokteran seperti Ketua IDI, Ketua Perhimpunan Neurologi-Psikiatri dan Neurochirurgy yang saat ini telah menjadi perhimpunan sendiri serta menjadi Ketua Konsorsium Ilmu Ilmu Sosial Mendirikan Perhimpunan Penyandang Epilepsi Indonesia (PERPEI) pada tahun 1982, yang berafiliasi ke International Bureau for Epilepsy (IBE) dan International League Againts Epilepsy (ILAE).

Menjabat sebagai Ketua Umum PERPEI sejak 1982 hingga 1996, kemudian mengundurkan diri dan tak mau dipilih lagi.

PERPEI (The Indonesian Society Against Epilepsy) Organizing Committee 2011-2015

ADVISORY TEAM
  • Prof. Dr. dr. M. Hassan Machfoed, Sp.S(K)
  • Prof. dr. Harsono, Sp.S(K)
  • dr. Dede Gunawan, Sp.S(K)
  • dr. Lyna Soertidewi, M.Epid.Sp.S(K)
  • dr. Nizar Yamani, Sp.S(K)
  • dr. Endang Kustiowati, Sp.S(K), MSiMed
  • Dr. dr. Kurnia Kusumastuti, Sp.S(K)

PRESIDENT
dr. Anna MG. Sinardja, Sp.S(K)

VICE PRESIDENT
dr. Susi Aulina, Sp.S(K)

SECRETARY GENERAL
dr. Astri Budikayanti, Sp.S

TREASURER
dr. Fitri Sumantri Usman, Sp.S(K)

PUBLICATIONS
dr. Aris Tjatur Bintoro, Sp.S

INDONESIAN PERPEI BRANCH
  • Banda Aceh : dr. Nova Dian Lestari, Sp.S
  • Medan : dr. Rusli Dhanu, SpS(K)
  • Riau : dr. Johni Asril, Sp.S
  • Padang : dr. Meity Farida, Sp.S(K)
  • Palembang : dr. Syafruddin Yunus, SpS(K)
  • Tangerang : dr. Herianto T, SpS
  • Bandung : dr. Reggy Panggabean, SpS(K)
  • Jakarta : dr. Fitri Sumantri Usman, Sp.S
  • Semarang : dr. Aris Catur Bintoro, Sp.S
  • Jogjakarta : dr. Imam Rusdi, Sp.S(K)
  • Solo : dr. Diah Kurnia Mirawati, Sp.S
  • Surabaya : dr. Soenardi Sudartan, Sp.S
  • Malang : dr. Machlusil Husna, SpS
  • Denpasar : Bali : dr. Anna MG. Sinardja, SpS(K)
  • Makassar : dr. David G. Umbas, SpS
  • Manado : dr. Herlyani Khosama, SpS
  • Banjarmasin : dr. Eliawati, SpS

Mengenal Tokoh PERPEI

dr. Soedomo Hadinoto, Sp.S(K)

Dilahirkan di Malang pada 17 September 1935. Lulus dari FKUI pada tahun 1965 kemudian melanjutkan ke Spesialis Saraf di FKUI dan lulus pada tahun 1972. Pada tahun 1973 berkarir sebagai staf di Bagian Neurologi FK.Undip Semarang dan kemudian menjabat sebagai Kepala Bagian Saraf FK Undip sehingga tahun 2000 dan kemudian pensiun.

Beliau merintis PERPEI di Semarang dengan mendirikan klinik untuk penyandang epilepsi untuk datang berobat dan mendapatkan obat anti epilepsi gratis. Beliau wafat pada 26 Mei 2005.