Syair buat Mahar Mardjono

Oleh Anwar Wardy W dan POKDI Epilepsi

  • Mahar Mardjono
    Tulus kami selalu kami akan mencintaimu
    Guru kami, pahlawan ilmu dalam bangsa ini.

  • Kubiarkan ilmu tentang otak dan saraf, melantunkan syair syair indah
    Tentang mereka yang melantunkan pada anak anak manusia

  • Mahar Mardjono,..sesungguhnya terlalu banyak yang mengharapkan kehadiranmu, di saat awan gelap meliputi langit bangsa ini

  • Mahar…namamu adalah cerminan, generasimu yang selalu memohon dan mengharapkan sejuta kata yang berbisik di telinga kami

  • Kala jemari dan dentingan hammer test menari nari di atas derita anak manusia
    Sebuah bayangan merambah pelan di kesunyian hati melihat banyaknya kelemahan tindakan profesi kita….Dikau Mahar Mardjono…adakah kau melihat ini??

  • Mungkin ada rasa sesal di dasar hati ini, namun mereka diam tak mau pergi
    Mencari dan selalu melihat dikau Mahar Mardjono

  • Haruskah kami pergi dari kenyataan ini,…tak pernah dan tak pernah…kami mencoba tuk sembunyi…karena senyummu dan bijakmu tetap mengikuti

  • Mahar Mardjono,…kalau mereka buta dan tuli pada yang lainnya
    Sedikit demi sedikit kami mulai mengetahui akan cinta mereka dan gunjingan gunjinganpun mulai terdengar akan kepahlawananmu

  • Mahar Mardjono,…kami tak dapat menyembunyikan segenap rahasia cinta kami tentang ilmu yang kau berikan pada generasi kami

  • Sudah sekian tahun, dikau berlalu
    Bapak kami Mahar Mardjono
    Meninggalkan seribu kenangan dan sejuta makna
    Akan ilmu tentang otak dan saraf

  • Saat kami mengenangmu, maka generasimu para dokter saat ini "menyukaimu" dan akan berkata "sudahlah jangan ketinggalan dan diam,..
    Kembangkanlah Ilmu tentang Kecerdasan Manusia,….Mahar Mardjono akan selalu bersamamu,….dan "marilah kita selesaikan bersama."